Kronologi Terjadinya Tsunami Selat Sunda

tsunami selat sunda

Sabtu, 22 Desember 2018 sekali lagi menjadi hari kelam bagi negara Indonesia. Pasalnya terjadi musibah tidak terduga, yaitu tsunami Selat Sunda. Akibat musibah ini hingga berita ini diterbitkan sudah ditemukan 429 korban jiwa dan 154 orang masih dinyatakan menghilang. Sebenarnya bagaimana kronologis terjadinya tsunami di selat sunda ini?

Erupsi Anak Krakatau

Sebelumnya aktifitas dari anak krakatau memang mengalami peningkatan sejak bulan juni 2018. Anak Gunung hasil salah satu letusan gunung terdahsyat di dunia ini menjai aktif kembali dan terus terjadi erupsi, bahkan sesekali mengeluarkan suara gemuruh yang dapat didengar oleh masyarakat sekitar. Namun sebelumnya aktifitas anak krakatau ini tidak sampai menimbulkan bencana seperti gemba bumi, atau gelombang tinggi baik dalam sekala kecil maupun besar. Karena hal ini lah diduga masyarakat menjadi terbiasa dan tidak waspada akan ektifitas dari gunung tersebut.

Peringatan dini BMKG

BMKG sebenarnya sudah mencatat adanya gelombang air laut pada hari itu (22/12) pukul 09.00 WIB. Kemudian pukul 21.03 WIB BMKG berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Geologi pukul 21.27 mencatat adanya kenaikan muka air pantai. Akhirnya pada pukul 21.03 WIB, Badan Geoglogi mengumumkan bahwa telah terjadi erupsi anak Gunung Krakatau. Kemudian 21.27 WIB Tidegauge badan informasi geospasial yang terekam oleh BMKG menunjukan adanya tiba-tiba ada kenaikan muka air pantai. Dan tsunami pun menghantam rumah dan penginapan yang ada di tepi pantai.

Saat terjadinya tsunami

Tsunami yang terjadi di selat sunda ini memakan korban yang cukup banyak. Karena musibah ini terjadi saat hari libur panjang, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung. Masyarakat sekitar pun banyak yang menetap karena memanfaatkan moment liburan ini untuk mencari nafkah. Namun naas di saat seperti itulah justru gelombang tsunami menerpa dan menghancurkan banyak fasilitas, hotel dan rumah warga yang ada di wilayah wisata anyer, tanjung lesung dan lampung selatan itu. Pristiwa ini juga terjadi dimalam hari saat kebanyakan wisatawan sedang bersantai didalam penginapan atau menikmati makan malam.

Antisipasi musibah

Mengingat tingginya aktifitas dari anak gunung krakatau saat ini, masyarakat di himbau untuk tidak melakukan aktifitas dulu disekitar wilayah selat sunda. Selain itu memiliki perlindungan yang lengkap untuk diri sendiri dan asset mu juga merupakan kewajiban yang harus kamu miliki. KArena baik dirimu sendiri, keliargamu, mobil ataupun rumahmu harus sudah dijamin dengan perlindungan dari Asuransi. Agar bila musibahyang tidak terelakan harus datang, kamu sudah siap dan perekonomianmu tidak akan goyah.

26-12-2018  15:50:22

Tags: , ,