Gunung Anak Krakatau masih berstatus waspada

Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga

Tsunami di Selat Sunda yang diduga karena erupsi gunung Anak Krakatau menyebabkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 429 orang. Namun status gunung Anak Krakatau sampai saat ini adalah waspada atau level 2.

Masih berstatus waspada

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, erupsi sebenarnya berlangsung sejak Juni 2018 sampai sekarang. Hal itu berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Jadi jangan percaya informasi sejak tadi pagi banyak beruntun bahwa status gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Siaga. Tetap dalam hal ini statusnya Waspada,” katanya kemarin (25 Desember) di Gedung BNPB, Jakarta.

Tipe gunung Anak Krakatau adalah strombolian, yang berarti gunung akan melontarkan lava pijar dan abu vulkanik secara terus-menerus. Dengan kondisi itu, maka sepanjang 2 kilometer dari puncak kawah dianggap sebagai zona berbahaya. Warga dan wisatawan diimbau tidak mendekat ke gunung.

Meski begitu, erupsi tidak mengganggu pelayaran kapal di Selat Sunda maupun jalur penerbangan di atas Selat Sunda.

Sebaiknya untuk jaga-jaga agar dapat menjamin keamanan rumah dari segala jenis resiko, siapkan diri dengan kerugian akibat bencana alam. Salah satunya dengan mempersiapkan diri dengan perlindungan dari Asuransi Rumah Simasnet dengan jaminan gempa bumi. Mengasuransikan tempat tinggalmu akan memberikan perlindungan atas kerugian yang disebabkan gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami juga kebakaran akibat gempa bumi.

Masih banyak perlindungan lain yang diberikan oleh Asuransi rumah Simasnet. Seperti perlindungan dari resiko kebakaran, kebanjiran, pencurian, bangunan tertabrak kendaraan, tanggung jawab hukum pihak ketiga, dan penambahan objek pertanggungan.

26-12-2018  09:56:08

Tags: , , , ,