Embung Nglanggeran Kering Karena Kemarau

Embung Nglanggeran Kering Karena Kemarau

Embung Nglanggeran yang menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta biasanya penuh dengan air diantar perbukitan. Namun saat ini embung yang banyak menarik perhatian wisatawan ini kering.

Embung yang memiliki luas 2.400 meter persegi ini mengalami penyusutan air sejak tiga bulan terakhir. Hujan yang tidak kunjung datang diperparah dengan macetnya sumber air di sekitar lokasi yang digunakan untuk mengisi air ke embung.

Sejumlah pengunjung mengaku kecewa

Air embung habis karena dimanfaatkan oleh warga dan pengelola untuk mengairi ribuan tanaman durian dan kelengkeng di kebun buah Nglanggeran. Memang, fungsi Embung yang berlokasi di Patuk, Gunungkidul tersebut sejatinya memang untuk menampung air hujan dan mengairi perkebunan buah di Nglanggeran. Namun, karena saat ini hujan tak kunjung turun, karenanya seluruh air di dalam Embung tersebut digunakan untuk mengairi perkebunan tersebut.

Hal ini membuat sejumlah pengunjung menjadi kecewa lantaran tidak dapat melihat keindahan Embung Nglanggeran secara utuh. Tapi embung ini masih dapat dikunjungi wisatawan dengan daya tariknya sendiri selama mereka dapat menjaga dan tidak merusak lokasi embung.

Pengelola Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko hanya dapat berharap hujan segera turun. Kendati demikian, pihaknya telah berupaya untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi di Embung Nglanggeran dengan membangun sumur bor. Nantinya, sumur bor tersebut dipergunakan mengalirkan air ke dalam Embung tersebut saat debit air telah habis.

27-11-2018  15:29:06